MINAT EMAS MEMBLUDAK, HARGA EMAS MAKIN NAIK! ANTRIAN PANJANG FENOMENA JASTIP EMAS

Daftar Isi

 ANTRIAN PANJANG BELI EMAS LOGAM MULIA, JATSIP JADI SUMBER MASALAHNYA!

EMAS ANTAM LOGAM MULIA

Jakarta, 16 Februari 2026 – Fenomena investasi emas di Indonesia kembali memanas di awal tahun 2026. Minat masyarakat terhadap emas batangan, khususnya produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam), melonjak drastis sejak Januari lalu. Harga emas yang sempat menyentuh rekor tinggi di atas Rp3 juta per gram pada akhir Januari, meski mengalami fluktuasi kecil belakangan ini, tetap memicu antrean panjang di butik resmi dan maraknya bisnis jasa titip (jastip) emas.

Berdasarkan data dari Logam Mulia Antam, harga emas batangan 1 gram hari ini (16 Februari 2026) tercatat turun sedikit menjadi Rp2.940.000 per gram (dari sebelumnya Rp2.954.000), dengan harga buyback (jual kembali) di level Rp2.728.000 per gram. Meski ada koreksi kecil ini, tren keseluruhan tahun ini menunjukkan penguatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada akhir Januari 2026, harga sempat melonjak hingga Rp3.168.000 per gram, didorong oleh faktor global seperti ketegangan geopolitik, pelemahan rupiah, dan emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.

PT Pegadaian juga mencatat lonjakan transaksi emas mencapai Rp8,5 triliun hanya di awal Januari 2026 saja. Permintaan emas fisik begitu tinggi hingga menyebabkan antrean panjang di gerai-gerai Pegadaian dan butik Antam. Beberapa nasabah mengeluhkan proses cetak dan pengambilan emas fisik yang tertunda, dengan Pegadaian menyatakan akan mempercepat distribusi hingga akhir Februari 2026. Lonjakan ini bahkan membuat layanan beli emas digital di aplikasi Pegadaian sempat ditutup sementara karena overload traffic.

Yang lebih menarik, fenomena ini melahirkan "efek samping" ekonomi baru: maraknya jasa titip (jastip) emas. Antam sendiri mengakui bahwa trafik pembelian melonjak hingga 100 kali lipat dibanding kondisi normal, sehingga sistem antrean online diterapkan untuk mengurangi kerumunan. Namun, hal ini justru memunculkan bisnis jastip di media sosial, di mana orang-orang menawarkan jasa antre dan beli emas dengan tambahan fee. Beberapa jastip bahkan mengklaim bisa dapatkan emas lebih cepat melalui slot online atau koneksi khusus.

Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh kesadaran masyarakat akan emas sebagai lindung nilai inflasi dan aset aman di tengah gejolak ekonomi global. "Permintaan ekstrem ini melahirkan ekonomi sampingan seperti jastip. Kami terus optimalkan sistem agar lebih adil dan aman," ujarnya.

Analis pasar memprediksi tren ini berpotensi berlanjut sepanjang 2026, terutama jika faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan konflik geopolitik tetap mendukung. Bagi investor ritel, emas tetap menjadi pilihan utama, meski disarankan untuk membeli di tempat resmi seperti Antam, Pegadaian, atau Galeri 24 guna menghindari risiko palsu.

Meski harga sempat terkoreksi hari ini, minat yang membludak menunjukkan emas masih jadi primadona investasi di Indonesia. Apakah Anda termasuk yang ikut berburu emas di tengah antrean ini? Pantau terus update harga emas harian untuk timing terbaik!

BACA JUGA 

Posting Komentar